Duduklah, Nak…

Jika kita ingat saat sekolah TK, sering diajarkan tatacara makan/minum yang benar:

  1. Cuci tangan
  2. Duduk manis
  3. Berdoa
  4. Makan anteng pake tangan kanan

Yap, itu pelajaran masa anak-anak yang seharusnya ditunaikan seumur hidup. Namun sayang orang gede malah sering melanggarnya.

Lihatlah sekarang di iklan2 TV makanan dan minuman sebagian besar bintang iklan mencontohkan budaya makan/minum berdiri. Begitu juga di gedung acara resepsi pernikahan, budaya standing party seolah menjadi hal yang wajar. Entah karena alasan lupa, atau merasa bahwa tatacara makan tsb hanya berlaku untuk anak-anak saja ya.. 😦

“Nabi SAW bersabda: janganlah minum sambil berdiri. Lalu seseorang bertanya: Bagaimana dgn makan? Rasul menjawab: itu lebih buruk lagi”  (HR Bukhari)


Menyegerakan datangnya anak

Disadur dari siaran radio MQ FM, ada bahasan menarik bagi pasangan suami-istri yang ingin segera mendambakan lahirnya sang buah hati. Berikut beberapa poin menarik yg mungkin selama ini luput dari perhatian kita, selain berusaha secara lahiriah tentunya

  1. Doa : Al Imran 74
  2. Makan dan minum yg sehat bergizi
  3. Jangan stres
  4. Suka anak2
  5. Sampaikan keinginan tsb ke ortu dan minta restu
  6. Ikhlas atas segala cobaan yang ada
  7. Ingat dosa yg pernah diperbuat, lalu segera bertaubat
  8. Beli perlengkapan bayi, menunjukkan bahwa kita bersungguh2
  9. Sedekah

Sangu (bekal) bismillah…

Pagi2 baca detik.com, ada berita kecelakaan di pasar induk Brebes. Sebuah truk trailer yg diduga pengemudinya mengantuk menabrak kerumunan pedagang di pasar jalur pantura tersebut.  Korban tewas seketika dilaporkan cukup banyak. Aku langsung telpon ibu untuk mengabarkan ini.

Aku terhentak. Langsung membayangkan, pagi2 jam 5 para korban yg meninggal itu terdiri dari pedagang2 kecil dan pembeli yang mungkin sama sekali tidak menyangka di awal pagi hari akan menghadap Rabb-nya…

Sekali lagi pesan ibuku : “kemanapun kamu akan pergi n melakukan aktivitas, sangu bismillah ya..”

Bekal bacaan bismillah, cukup mudah tapi sering dilupakan. Bukan untuk menghindarkan kita dari bahaya, melainkan dgn mengingat Allah, minimal apapun yang akan terjadi kita melakukannya karena Allah, Sang Pemilik Kehidupan..

Berbisnis dengan Allah

Sungguh, berbisnis dengan Allah takkan pernah merugi.

Beberapa hal kecil yang bsia dilakukan untuk investasi akhirat:

1. Memberikan mukena / Al Qur’an di mushola umum

2. Berbagi harta yg disukai dengan pemulung / anak yatim

3. Belanja buku2 untuk pendalaman iman dan takwa

4. Memfasilitasi dan mengajar mengaji anak2

5. Menikah, punya banyak anak, mendidik mereka menjadi generasi rabbani, supaya banyak didoakan anak sholeh.. ^^

etc….