Untuk Lelakiku

Kita yang pernah terjatuh, terprosok jauh
bahkan hancur dan tak lagi utuh
Letih yang merangsang rasio dan nalar
Pecahkan sadar diantara jewantah fitnah
Sedikit demi sedikit kalbu terselimuti pahit
Sekejap membutakan hati dan kian menyempit
Lalu mati sesudah sakit
Bertanya tentang batas tipis
pada kenyataan yang mengiris
sadari batas definisi nurani dan munafik
Lalu kembali belajar berdiri dan coba menampik (thuf)

Aku memilihmu karena cinta
Cinta orang terasing di negeri bedebah
Lelakiku terimakasih telah menemani

Ya Rabb kuat dan ikatkan iman kami
tuk tetap istiqomah tegakkan dien ini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s