PPT-ku sayang : Kuis Judi?

ppt_002 ppt_01

Aku seneng saat tahu bahwa film Para Pencari Tuhan tahun ini kembali ditayangkan kelanjutannya di SCTV. Kemasan drama komedi situasi yang cair membuat PPT-3 mudah dicerna meski konten yang disajikan lebih dalam. Mencerahkan, mendidik tanpa orang bisa menggurui. Ditambah bumbu romantika cinta yang segar dan dialog yg cerdas menambah daya pikat film ini. Salut deh buat kang Dedy Mizwar.

Sayang sekali, buat aku masih ada mengganjal tentang film idolaku ini. Pertama, PPT masih memakai cara “judi” saat selingan iklan sinekuis di dalamnya. Penonton mengirim SMS ke nomor tujuan bertarif premium 2 ribu, untuk kemudian diundi siapa yang terpilih menjawab pertanyaan yang sering aku anggap bodoh. Dan kalaupun salah menjawab maka akan diingatkan sama para presenternya…dan langsung menang mendapatkan 1 juta rupiah. Lalu apa bedanya dengan judi yang memasang sekian ribu untuk diundi dan berharap menang sekian juta??…

Kedua, tentang jam tayang. PPT 3 ditayangkan jam 03.00 – 05.00 saat menemani sahur. Yups, bagus sih, buat para pecintanya sepertiku akan jadi semangat untuk bangun sahur. Tapi lantas akan menjadi candu untuk terus duduk di depan tivi sampai jam 5 pagi yang nyaris melewati waktu shalat subuh yg sempit waktunya. Terkadang lewat jam 5 langit sudah mulai terang, yang merupakan tanda berakhirnya waktu subuh. Kemudian saking laris manisnya pilem ini, ada siaran ulang PPT tiap episodenya pada hari yang sama, jam 18.00 – 19.30 saat menemani berbuka. Tapi lagi2, waktunya melewati adzan isya yang jelas diiringi solat tarawih sekitar jam 7 malam.

Mungkin memang sebuah “kebetulan” jika kedua jam tayang PPT ini dipilih melewati waktu2 salat yang sempit. Apalagi di bulan Ramadhan dimana kita berlomba utk mengantongi pahala. Padahal dalam sehari begitu panjang untuk mengambil waktu yang lain, di pagi or siang hari misalnya. Atau malam hari selepas tarawih. Sangat disayangkan jika pecinta setia film PPT (yang rating acaranya mencapai angka 30 ini) tetap nempel duduk di depan tivi dengan mengorbankan waktu solat mereka. Semoga saja kita tidak termasuk di dalamnya. Bagaimanapun, PPT telah menjadi angin segar di tengah industri sinetron indonesia yang kebanyakan tak jauh dari kisah cinta remaja, perebutan harta, klenik, dsb…

Wallahu’alam bishowab…

**update: Alhamdulillah turut berbahagia kelanjutan PPT 4 yang ditayangkan Ramadhan 1431 H, telekuis PPT telah ada perubahan format: yaitu peserta kuis selain mendaftar via sms diperbolehkan juga mendaftar via facebook dan twitter yang tak berbayar. Semoga akan terus berlanjut sampai Para Pencari Tuhan 5 tahun depan dan seterusnya 🙂

Advertisements

6 thoughts on “PPT-ku sayang : Kuis Judi?

  1. waduh kawan…kalo antum orang yg berilmu, seharusnya ga punya keluhan seperti itu..klo masalah jam tayang bagiku ntu ga bisa disalahin, managemen mereka ga nyuruh antum untuk meninggal kan sholat, kan udah dijelaskan, sholat lah dimana pun kmu berada dan dalam keadaan apaun,,saat perang aja bisa sholat, masa’ film sinetron aja ga bisa ditinggal kan…??

  2. gimana mba pendapat saya kemaren….?
    oya,,ada sedikit tambahan yg kemaren saya lupa..
    waktu yg digunakan utk penayangan film ini disesuaikan dengan waktu jakrta, jadi klo antum tinggal didaerah surabaya, ya itu masalah lain.
    klo antum tanya kenapa ga ditayangin siang ato habis traweh aja…
    klo jawaban saya sih gampang aja..klo ditayangin siang hari, pihak scyv ga bakal tepat sasaran.
    nah klo masalah solat sekali lagi saya katakan,, dalam peperangan aja bisa sholat.
    semakin tinggi iman seseorang, maka akan semakin berat pula cobaan.
    tapi orang yg beriman ntu ga banyak protes,.jalan kan aja dlu kewajibannya, baru bicara,

  3. seperti halnya kita ,, tak ada ciptaan makhluk yg sempurna :: terbaik sebagai alternatif :: PPT telah tampiL di tengah2 acara TV yg tak memperhitungkan nilai2 ,, >>> dimanakah peran kita?? harus ada karya nyata dari sekedar mengkritisi ,,

  4. @aulia: Yap aku setuju dgn pendapatmu bhw qta dwajibkan sholat kpnpun dmnpun, n dlm keadaan apapun. Jg bhw org beriman smakin tinggi cobaannya. Tp kalo org beriman tdk banyak protes, waduw aku koq blm prnah tau dalilnya ya 🙂
    Terima kasih pula telah mngingatkan hal yg tak smpt trpikir olehku ttg jam tayang d waktu bagian indonesia lainnya.
    Tulisan ini tak lain karena melihat kenyataan bhw aku sndri, dan bbrp orang yg aku kenal justru pernah termasuk dlm golongan “melalaikan waktu solat” itu. Smg ini bs mjd pengingat n renungan bwt qta semua. Mohon maaf jk ada penafsiran lain.
    Kesalahan psti ada padaku, n kebenaran hanya milik Allah..

  5. kalau aku diperkenankan brpendpat…
    *bahwa tak semua masy Indonesia yg muslim paham bahwa dibalik apa yg dilakukan oleh sesorang/institusi patut mmpertimbangkan hak bagi orang lain…
    saya kira silvi bukan dalam rangka protes pd satu institusi trtentu,tapi justru mengingatkan kpd semua stake holder yg berkaitan dg sbh tayangan mmpertimbangkan adanya hak bg orang lain….trmasuk jg mngingatkan pd pemirsa , tentu jg dirinya sndiri utk tdk melupakan kewajibannya sebagai seorang hamba…betapapun kndisinya kewajiban (tapi lebih tepat kebutuhan) harus ditunaikan…
    *mungkin itu yg bisa disampaikan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s