Lagi2 tentang Poligami …

Saat baca status teman di facebook: “mau ikut tausiah Aa Gym di Wanitatama, sapa tau dapat istri dua”. Menurutku, ada kesan meledek (mohon maaf dikoreksi kalau salah). Aku bukan penggemar Aa Gym, tp kok rasanya ikut gatel kalau ada yg komen ga enak ttg dia terkait poligami. Memang sudah sangat lama n mungkin kadaluarsa bahas masalah yg sempet rame di inpotaimen ini. Tapi justru kenapa itu sudah jadi bahasan lama, kok ya masih ada yg tega membuka kejadian yang seakan menjadi aib bwt beliau.

Aku yg perempuan masih punya respek yang sama sama dia. Aa Gym masih seorang ulama yang patut disegani. (walaupun aku berharap isi tausiahnya bisa lebih “menggigit”). Poligami, itu boleh dalam islam. Kalau memang si suami cukup bijak dan adil mengambil keputusan besar itu, dan masing2 istri ikhlas mengharap nikmat syurga, kenapa orang lain sibuk memperdebatkannya? Poligami hanya bagi laki-laki arif bijaksana dan perempuan2 luarbiasa.

How bout me? Hi. Mungkin utk saat ini aku belum mencapai predikat wanita luarbiasa itu. Di beberapa literatur yang aku baca, termasuk di novel Ketika Cinta Bertasbih misalnya, disebutkan bahwa perjanjian pra nikah memperbolehkan calon istri meminta calon suaminya untuk tidak menikah lagi selama menikah dengannya. Tapi, aku sendiri Insya Allah tidak akan melakukan itu. Menurutku itu bisa jadi mengharamkan yang halal. Sekali lagi, itu kuterapkan untuk diriku sendiri. Aku tidak cukup pintar untuk mendebat kalau ada yang kontra dan mendebat dengan dalil lain. So? Mungkin dalam perjanjian pra nikah kelak, aku akan meminta calon suamiku bahwa seandainya dia akan menikah lagi, beritahu aku terlebih dahulu. Langkah selanjutnya aku belum bisa menebak: apakah aku akan langsung marah2 melabrak dan menolaknya, atau mungkin aku akan memutuskan untuk mengakhiri hubungan pernikahan, atau mungkin saja seandainya itu terjadi aku telah mencapai tahap “wanita luarbiasa” itu..  Who knows? Bukankah hanya Allah yang mampu membolak-balik hati dan perasaan manusia… 🙂

Advertisements

8 thoughts on “Lagi2 tentang Poligami …

  1. Hmm.. Saya suka dengan pernyataan “Poligami hanya untuk laki-laki arif bijaksana dan perempuan-perempuan luar biasa.” Sederhana tapi berbobot.
    Salam,

  2. Bismillah,,,,.

    فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ
    أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

    maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil , maka (kawinilah) seorang saja , atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

    • melanjutkan @ Jundi… Yups, dan seperti yang dijelaskan disini, Poligami hukumnya bukan haram dan bukan pula sunnah. Tetapi rukhshoh (keringanan). Islam justru memberikan keringanan, mengatur agar poligami tidak asal-asalan dan ngawur.
      Dan ingatlah juga bahwa di akhirat kelak seorang laki-laki akan dimintai pertanggungjawaban atas 4 perempuan yaitu : ibunya, anak perempuannya, saudara perempuannya dan istrinya.
      Membuatku semakin mengagumi syariat islam, bahwa seorang istri wajib berbakti kepada suaminya sebagai imam. Sebaliknya, seorang suami dimintai pertanggung jawaban di akhirat atas istrinya. So, ini jelas untuk mengatur supaya sebuah ikatan pernikahan tetap harmonis. Bisa dibayangkan apa jadinya jika suami dan istri saling merasa memegang kendali rumah tangga. Subhanallah…Allah Maha Adil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s