Hati yang ingin selalu mencintaiMu

Ramadhan-Mu tlah lewat dan Syawal-Mu tlah datang Ya Rabb…

Syawal, yang diagungkan sebagai hari kemenangan, ada tanya dalam hati, adakah aku benar2 mendapatkan kemenangan itu? Kemenangan selama bulan puasa yang sesungguhnya, yang sejatinya hanya dan hanya mengharap Ridho-Mu? Kemenangan yang ditandai sucinya jiwa laksana kertas putih?

Ya Rabb, jangan biarkan aku lelah dan berhenti mencintaMu sebagaimana televisi dan berbagai media berlomba-lomba menayangkan sajian religi selama musim Ramadhan tiba, untuk kemudian kembali menebar dosa selepas musimnya.

Sungguh, aku menangis Ya Rabb… Pantaskah aku mendamba fitri-Mu, selama mulut seringkali masih salah berucap, kedua mata salah melihat, telinga yang salah mendengar, tangan yang salah melakukan, dan hati yang salah menduga?

RamadhanMu tahun ini lebih membukakan hatiku. Pada saat aku belajar lebih banyak tentang tafsirMu, sejujurnya awalnya aku begitu takut. Bahwa semakin banyak aku tahu tentang syariatMu, semakin aku merasa berdosa. Jadi mengapa tidak lebih baik berhenti belajar untuk mencari tahu? Bukankah akan dapat lebih lazim dimaklumi jika kita tidak tahu akan hukum dan aturan? Pikiran picik membisiki aku. Namun aku sadar, bahwa sejak Syahadat telah terucap, maka semestinya sepenuh hati aku meyakini bahwa Dien ini adalah jalanku, hidupku. Dien yang tidak pilih2 seenak hati dalam mengamalkan. Mana yang gampang dilakoni, ya dijalani. Tapi yang sulit dan dirasa ekstrim bagiku, tinggalkan saja. Asalkan toh tetap beragama…. Tapi tidak seperti itu!

Subhanallah, aku meyakini sungguh betapa sempurna Dien ini. Aku yakin karena di dalam Al Qur’an tidak ada cacat sedikitpun didalamnya. Kitab yang menuntun segala aspek kehidupan. Yang bahkan ilmu pengetahuan dan teknologipun telah dipaparkan disana jauh sebelum ilmuwan2 di bumi ini dapat mengartikannya.

aku memang belum mampu mengamalkan semuanya Ya Rabb, Tapi satu hal, yaitu bahwa aku meyakini bahwa semua ajaranMu adalah benar.

Dan sekarang… ijinkan aku menata kembali langkah hidupku, di tengah cobaan yang terasa amat sangat berat bagiku. Pernah aku mempertanyakan konsep keadilan-Mu. Mungkin Dienku memang belum sempurna. Tapi mengapa begitu banyak teman yang aku tau asal2an dalam beribadah, malah mendapatkan hal2 yang baik dalam hidupnya? Sebuah kesuksesan yang lazim dimaknai banyak orang, yang tak lain adalah sebuah kemapanan hidup. Lantas apa artinya ibadahku, puasaku, tahajudku selama bertahun2? Mengapa mereka yang tak melakukannya dan bahkan banyak melanggar syariatMu seakan malah memperoleh jalan hidup laksana tol yang mulus tanpa hambatan?

Seorang teman menjawab. Tugas setan di dunia ini adalah selalu menggoda iman manusia, dan itu kekal sampai hari akhir tiba. Setan akan mengajak umat manusia ke jalan yang sesat, itu pasti. Nah, lantas untuk apa setan susah payah membuang energi menggoda mereka yang sudah tersesat jalan hidupnya? Setan akan mengerahkan lebih banyak kekuatan untuk menjerumuskan mereka yang hidup di jalan yang benar. Setan akan terus-menerus menguji kesabaran orang2 beriman yang taat, yaitu dengan datangnya cobaan2 yang silih berganti. Hm…terbersit pikirku,apakah aku termasuk didalamnya?

Dalam tiap doaku, ya Rabbi… mohon beriku kekuatan untuk tetap tawaddu dan tawakal di tengah sekian banyak cobaan yang datang, untuk meraih kemenangan itu, untuk membuka pintu ridho kedua orangtua yang sangat kucintai, yang juga berarti ridhoMu… ingatkanku untuk selalu mensyukuri tiap titik nikmat dan banyak karunia lain yang seringkali aku lupa… ingatkanku selalu bahwa akan ada kehidupan setelah mati, dimana tiap perbuatan baik dan buruk akan ada pertanggungjawabannya kelak…

Tunjukkan padaku yang benar itu benar, dan tuntunlah aku selalu ke jalannya.. tunjukkan padaku yang salah itu salah, dan berikanku kekuatan untuk menjauhinya…

Cinta sejati itu bukan tentang mencari pasangan hidup ideal yang sesuai keinginan kita. Bukan pula tentang membangun sebuah cinta prestise yang dikagumi banyak orang. Juga bukan tentang cinta dunia yang melulu mencari kesenangan materi. Karena semua itu setiap saat bisa menghianatimu dan hilang begitu saja.

“Tapi cinta sejati adalah tentang pencarian ridha Ilahi. Jika ridho-Nya selalu ada, engkau akan dapat menikmati seluruh bentuk cinta dunia dan akhirat yang hakiki. Karena percayalah, Dia tidak akan pernah pergi—kecuali engkau yang meninggalkanNya…”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s