Surat Terbuka Untuk Perokok

smokers

Dear smokers dimanapun berada,

Saya tidak akan menyanyi tentang bahaya serangan jantung, haram atau apapun peringatan merokok, sudah basi. Itu kuasa kalian untuk menentukan pilihan untuk merokok. Tapi pleaseee, hak kami juga untuk menghirup udara segar di dunia kita bersama ini. Jadi jangan merokok di tempat umum: warung makan, ruang tunggu, atau area publik lainnya. Jika akan merokok silakan di pelosok hutan yg sepi, atau ruang tertutup pribadi (bukan toilet loh ya). Sungguh asap rokok itu sangat-sangat mengganggu kami… Jangan paksa kami untuk ikut merasakan apa yg kalian nikmati. Seperti halnya seperti kalian yang tentu tak suka jika ada bau tak sedap, atau ada suara berisik yang mengganggu di tempat umum, maka kami juga perlu kenyamanan untuk beraktifitas dan bernafas…

Apakah ini bisa dimengerti…??

Duduklah, Nak…

Jika kita ingat saat sekolah TK, sering diajarkan tatacara makan/minum yang benar:

  1. Cuci tangan
  2. Duduk manis
  3. Berdoa
  4. Makan anteng pake tangan kanan

Yap, itu pelajaran masa anak-anak yang seharusnya ditunaikan seumur hidup. Namun sayang orang gede malah sering melanggarnya.

Lihatlah sekarang di iklan2 TV makanan dan minuman sebagian besar bintang iklan mencontohkan budaya makan/minum berdiri. Begitu juga di gedung acara resepsi pernikahan, budaya standing party seolah menjadi hal yang wajar. Entah karena alasan lupa, atau merasa bahwa tatacara makan tsb hanya berlaku untuk anak-anak saja ya..😦

“Nabi SAW bersabda: janganlah minum sambil berdiri. Lalu seseorang bertanya: Bagaimana dgn makan? Rasul menjawab: itu lebih buruk lagi”  (HR Bukhari)

Bahkan ada referensi lain berikut ini:

“Janganlah seorang diantaramu minum dalam keadaan berdiri, apabila kalian lupa maka hendaknya ia muntahkan.” (HR Muslim)


ibu : pekerjaan kontrak seumur hidup

Ya ya…Alhamdulillah, sesuatu banget jika akhirnya Allah ngasih kesempatan kepadamu untuk pekerjaan kontrak baru. Kontrak seumur hidup itu bernama “ibu”. Dimana akan ada begitu banyak kebiasaan yang berubah..

  • Ga bisa lagi tidur nyenyak semalaman penuh. Tentu saja karena setiap jeda 2-3 jam, atau bahkan 5 menit saat kamu mulai memejamkan mata, anakmu akan menangis minta menyusu. Atau celananya penuh sehingga perlu diganti popok. Atau tiba2 batuk dan muntah sehingga kamu harus bersih2 dan mengganti sprei. Atau sedang ingin manja saja dan butuh digendong2 di tengah malam berkeliling rumah untuk menenangkan bayimu..
  • Ga bisa lagi menikmati makan enak yang santai di rumah. Baiknya jadwalkan shift bergantian saat makan dengan suami. Jika kamu makan, suamimu yang akan menjaga si baby.  Bahkan jika si baby lagi tidur sekalipun, ada kemungkinan di tengah acara menyantap nikmatnya kepala ikan harus tiba2 disudahi karena dia menangis atau rewel🙂
  • Bajumu tak bisa serapi dulu. Karena harus menggendong selama boncengan motor dengan suami, untuk mengantarnya ke sekolah/PAUD. Belum lagi menenteng berbagai tas isi laptop, tas pompa ASI, dan tas bekal sekolah anak.
  • Ga bisa pergi jalan malam hari. Tentu saja si baby masih terlalu riskan untuk diajak pergi malem2. Kalopun kamu memaksa ingin sesaat pergi ke luar, percayalah ga akan bertahan lama tanpa memikirkan apakah anakmu rewel atau menangis.

TAPI….Percayalah juga bahwa…

  • Tangisan pertama bayimu setelah lahiran adalah perasaan syukur paling lega, setelah melewati proses melahirkan yang panjang…
  • Bahagianya melihat dia dalam dekapanmu dan menyusuinya. Merasakan bahwa anakmu membutuhkanmu. Meminum susu dari ASImu. Tidur dalam pelukanmu.
  • Bangganya melihat kopian wajah anakmu yang mirip dirimu.
  • Tak bosan mencium wanginya bau anakmu. Bahkan bau mulut dan bau keringatnya sekalipun akan terasa sedap😀
  • Saat pagi hari bangun tidur melihatnya tersenyum di sampingmu adalah kekuatan terbesar untuk memulai hari-harimu. Adakalanya pagi-pagi anakmu membangunkanmu dengan berbagai cara yang unik : tangan mungilnya yang menggaruk lenganmu, mengetuk kepalamu dengan mainannya, menarik-narik rambutmu, atau melahap pipimu dengan mulutnya🙂
  • Saat lelah pulang kerja dan melihat wajah innocent nya , hilang sudah pegal-pegal di badan, lenyap sudah pusing kepala karena dimarahi klien yang rewel😀
  • Di saat kamu melucu dan anakmu tertawa cekikikan adalah nada terindah yang pernah ada…
  • Kamu akan merasa jadi sekuat superman dan mampu melakukan apapun untuk menolong anakmu ketika dia sakit dan kesusahan.
  • Kamu akan lebih malu untuk melakukan dosa. Karena kamu tentu tak ingin anakmu melakukan dosa dan kesalahan yang sama.
  • Anak adalah investasi akhirat. Dia yang akan mendoakanmu, menambahkan pundi-pundi amalanmu ketika kamu sudah tak bergerak di alam kubur…..

Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi  bersabda: “Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak), maka dia bertanya: Bagaimana (aku bisa mencapai) semua ini? Maka dikatakan padanya: (Ini semua) disebabkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu”.

Tidak Perlu Terima Kasih

Ada yang menarik saat kemarin berkunjung ke rumah saudara. Saat akan pulang, dimana selama di sana aku mendapatkan beberapa bantuan untuk urusan-urusanku dan diberi buah tangan oleh-oleh, aku bilang “makasih ya mbak..”

Dia bilang “Ga perlu terima kasih, mending didoakan saja yg baik2”

Sontak aku meralat “yap, jazakillah..”

Ya ya.. terima kasih, maturnuwun, sudah biasa. Ucapan standar pelengkap etika da tanda bahwa kita respek atas sesuatu yg diterima. Sebagai muslim, kenapa kita ga membiasakan ucapan jazakallah, jazakillah sebagai pengganti terimakasih. Semoga Allah membalas (kebaikan)mu..

Menyegerakan datangnya anak

Disadur dari siaran radio MQ FM, ada bahasan menarik bagi pasangan suami-istri yang ingin segera mendambakan lahirnya sang buah hati. Berikut beberapa poin menarik yg mungkin selama ini luput dari perhatian kita, selain berusaha secara lahiriah tentunya

  1. Doa : Al Imran 74
  2. Makan dan minum yg sehat bergizi
  3. Jangan stres
  4. Suka anak2
  5. Sampaikan keinginan tsb ke ortu dan minta restu
  6. Ikhlas atas segala cobaan yang ada
  7. Ingat dosa yg pernah diperbuat, lalu segera bertaubat
  8. Beli perlengkapan bayi, menunjukkan bahwa kita bersungguh2
  9. Sedekah

Celoteh (4) : kedinginan

Di warung makan, kami makan bareng sodaraku Duyeh (5 tahun) dan mamanya Bu Sarah

Bu Sarah : “loh silvi kok lagi hamil minum es”

Aku : “dokterku bilang boleh kok, asalkan sevukupnya n ga kebanyakan gula..”

Duyeh : “iyah jangan minum es, ntar kasian dedeknya di dalem kedinginan..”