•August 28, 2009 •
6 Comments

Aku seneng saat tahu bahwa film Para Pencari Tuhan tahun ini kembali ditayangkan kelanjutannya di SCTV. Kemasan drama komedi situasi yang cair membuat PPT-3 mudah dicerna meski konten yang disajikan lebih dalam. Mencerahkan, mendidik tanpa orang bisa menggurui. Ditambah bumbu romantika cinta yang segar dan dialog yg cerdas menambah daya pikat film ini. Salut deh buat kang Dedy Mizwar.
Sayang sekali, buat aku masih ada mengganjal tentang film idolaku ini. Pertama, PPT masih memakai cara “judi” saat selingan iklan sinekuis di dalamnya. Penonton mengirim SMS ke nomor tujuan bertarif premium 2 ribu, untuk kemudian diundi siapa yang terpilih menjawab pertanyaan yang sering aku anggap bodoh. Dan kalaupun salah menjawab maka akan diingatkan sama para presenternya…dan langsung menang mendapatkan 1 juta rupiah. Lalu apa bedanya dengan judi yang memasang sekian ribu untuk diundi dan berharap menang sekian juta??…
Kedua, tentang jam tayang. PPT ditayangkan jam 03.00 – 05.00 saat menemani sahur. Yups, bagus sih, buat para pecintanya sepertiku akan jadi semangat untuk bangun sahur. Tapi lantas akan menjadi candu untuk terus duduk di depan tivi sampai jam 5 pagi yang nyaris melewati waktu shalat subuh yg sempit waktunya. Terkadang lewat jam 5 langit sudah mulai terang, yang merupakan tanda berakhirnya waktu subuh. Kemudian saking laris manisnya pilem ini, ada siaran ulang PPT tiap episodenya pada hari yang sama, jam 18.00 – 19.30 saat menemani berbuka. Tapi lagi2, waktunya melewati adzan isya yang jelas diiringi solat tarawih sekitar jam 7 malam.
Mungkin memang sebuah “kebetulan” jika kedua jam tayang PPT ini dipilih melewati waktu2 salat yang sempit. Apalagi di bulan Ramadhan dimana kita berlomba utk mengantongi pahala. Padahal dalam sehari begitu panjang untuk mengambil waktu yang lain, di pagi or siang hari misalnya. Atau malam hari selepas tarawih. Sangat disayangkan jika pecinta setia film PPT (yang rating acaranya mencapai angka 30 ini) tetap nempel duduk di depan tivi dengan mengorbankan waktu solat mereka. Semoga saja kita tidak termasuk di dalamnya. Bagaimanapun, PPT telah menjadi angin segar di tengah industri sinetron indonesia yang kebanyakan tak jauh dari kisah cinta remaja, perebutan harta, klenik, dsb…
Wallahu’alam bishowab…
Posted in Diary, fiLm, isLam
Thanks 2 leave some words, :)